Apakah semua ini? Mengapa harus melakukan kesilapan untuk belajar? Tiada cara lain untuk belajar?

Aku teringat kisah Barsisa… Iblis mengatakan  “Kau harus melakukan dosa besar baru kau tahu nikmat keampunan Ilahi..” Aku tidak sebaik Barsisa ketika Aalimnya namun bukan juga sejahat Iblis.

Apakah hanya dengan melakukan kesilapan ketika belajar, itulah HAKIKAT belajar? sebagaimana mungkin ada yang berpendapat benar!, .. “Nikmat keampunan hanya bagi mereka yang bertaubat.” Namun perlukan berdosa untuk bertaubat??